Cara mudah menyetem gitar

Akhirnya sempat juga nih ngebuka blog, setelah sekian lama vakum. Kali ini aku mau berbagi dikit nih buat yang baru belajar main gitar, kayak aku. Mungkin bagi teman-teman yang baru belajar, atau baru bisa main gitar terkadang urusan stem menyetem biasanya diserahkan ke orang lain yang lebih pandai dalam memainkan alat musik genjreng ini. Contohnya : aku sering minta tolong sama preman atau uda-uda yang sering main gitar di warung-warung atau yag lagi nongkrong di depan komplek. Walaupun dengan resiko digangguin sih, hahahaha.

Nah, karena kapok digangguin itu aku berusaha untuk ‘belajar’ sendiri menyetel nadanya. Terlebih lagi setelah aku dapat gitar baru (gitar yang lama rusak sih, :'(). Nggak mungkin dong setiap nadanya fals aku harus nyari-nyari preman terus. Ckckckckckckck.

Mulai dari bertanya ke teman-teman yang pinter main, guru les, orang yang jualan gitar, sampai pengamen (yang belakangan bohong :)). Dan ilmu yang didapat pun luar biasa. Mulai dari penjelasan simpel, ngawur, sampai yang ribet–menjelaskan soal nada-nada yang terkadang sulit dipahami, udah kudengar. Hasilnya : aku nggak ngerti sama sekali. Haaaahh…

Sebelum ngerasa bodoh, akhirnya aku minta tolong ke mbah dukun–eitss, mbah Google maksudnya. Dan hasilnya luar biasa, langsung sukses sekali coba. Hhehehehe.

Jadi nggak ada salahnya juga kalo aku berbagi ke teman-teman yang senasib sepenanggungan denganku. Yaaah, itung-itung amal juga sih. Hehehehe

Yaudah, cekidot aja nih :

Putar perlahan tuner (penala) gitar, lalu petiklah perlahan, bandingkan dengan senar lain hingga bunyinya sama, lalu aturlah dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Nada Senar no 1(E) los senar = Nada senar no 2(B) fret ke 5 (petik senar kedua dengan jari tangan satunya menekan senar no 2 pada fret ke 5)
  1. Nada Senar no 2(B) los senar = Nada senar no 3 fret ke 4 (petik senar ketiga dengan jari tangan satunya menekan senar no 3 pada fret ke 4)
  1. Nada Senar no 3(G) los senar = Nada senar no 4 fret ke 5 (petik senar keempat dengan jari tangan satunya menekan senar no 4 pada fret ke 5)
  1. Nada Senar no 4(D) los senar = Nada senar no 5 fret ke 5 (petik senar kelima dengan jari tangan satunya menekan senar no 5 pada fret ke 5)
  1. Nada Senar no 5(A) los senar = Nada senar no 6 fret ke 5 (petik senar keenam dengan jari tangan satunya menekan senar no 6 pada fret ke 5)

Los senar adalah senar yang bebas, tanpa di petik, tanpa jari kita di fretboard.

Untuk aturan frekuensi nada musik baik vokal maupun instrument musik sebenarnya sudah mengikuti standar yang berlaku secara internasional Adapun nada yang dijadikan standar internasional adalah nada A dengan frekuensi 440Hz(hertz), sehingga alat musik modern(tradisional seperti gamelan misalnya tidak mengikuti standar tsb) dimanapun di dunia akan mengikuti standar tersebut. Nah pertanyaannya adalah: bagaimana kita tahu kalo nada A pada gitar ketika sudah kita stem = 440Hz? . Kita perlu menggunakan alat ukur nada yang standar, yaitu:
  1. bisa menggunakan sebuah garpu tala (bisa dibeli di toko musik), cara memakainya cukup pukulkan garpu tala ke obyek tertentu(meja misalnya) maka akan berbunyi sesuai dengan nada tertentu, tiap garpu tala punya nada tertentu, biasanya C atau A(bawaan pabrik)
  2. dengan menggunakan digital guitar tuner (bisa dibeli di toko musik juga), cara memakainya, biasanya ada semacam buku panduan yang disertakan ketika kita membelinya.

Nah, itu ilmu yang aku dapat dari mbah google. Walaupun dari beberapa sumber sih. Selamat mencoba yah, mudah-mudahan berhasil n makin ketagihan mainnya.

 

Source : Budi’s personal blog, (dengan beberapa perubahan) dan artikel-artikel lainnya yang senada.

Keluarga baru..

Mari kita tinggalkan kenyataan kalau blog saya yang disini sudah lama nggak diisi karena kesibukan di tumblr #eehh.  Oke, sraight to the point. Sepertinya update ini harus disingkat-singkat, karena bakalan update borongan. Hei yo! Ini post pertama di tahun 2013, dan ini udah bulan Mei. Ya Ampun..

Entah kenapa tahun ini terasa begitu berbeda disamping saya yang sudah menua. Lumayan banyak event yang melibatkanku selama dua bulan belakangan. Apalagi kalau bukan Keluarga Baru. Memang lah, saya sudah sering berganti-ganti tempat nongkrong, dan mempunyai banyak ‘anggota keluarga’ disana-sini. kali ini dengan sensasi yang berbeda. Berbeda dari sebelum-sebelumnya.

tx to betri wahyu untuk editannya. :D

berusaha untuk ‘heboh’ disela-sela keletihan, dan beginilah hasilnya. kenapa saya jadi cakep gitu ya? LOL~~

Foto diatas ketika kami baru saja dilantik. Kenapa pada kaku gitu ya? Hhahaha, jadi ceritanya pelantikan itu siang hari. Matahari lagi terik-teriknya. Belum lagi teman-teman pada sibuk dengan jadwal keartisannya masing-masing, termasuk saya sendiri. Jadi, semua pada berjuang untuk ‘kabur-kaburan’ dari aktifitas yang sedang dijalani. Alhasil, ketika memasuki ruangan semuanya udah kayak mau tiduuurr aja gitu. Sampai-sampai saya nggak tega memasukkan ekspresi lelah mereka ke ‘berita’ ini. Begitu juga sewaktu difoto, yang hobi camwhoring mungkin bisa menyesuaikan. Tapi yang udah begitu kecapean langsung hilang ekspresi. Padahal kalau diluar ekspresi mereka bisa dibilang ajaib semua. Yang paling aneh disana : Kenapa saya jadi ‘camera-face’ begitu? LOL~~

Dengan dilantiknya pengurus baru, maka resmilah HIMA kami eksis dengan wajah-wajah baru. Termasuk ketuanya. Mungkin ketua lama sudah terlalu tua untuk menjabat, atau teman-teman sudah lumayan bosan ngeliatnya, atau ketua terdahulu sudah capek. *huaa, maafkan saya uda robi >_<. Ah enggaklah, masa jabatan Sang Ketua sudah habis, lagipula Uda Robi sudah expired status mahasiswanya. #eehh, maaf lagi uda😀

Tebak, siapa penggantinya. Ya, nggak nyangka banget teman saya yang menjadi penggantinya. Bisa dibilang nekat sih *maafkan saya, Ketum >_<, secara orangnya gokil dan maleset. Tapi jangan salah, jiwa kepemimpinannya patut diacungi jempol. Kharismanya sebelas-dua belaslah dengan pemimpin pada umumnya. *jangan GR kamu, Pak Ketum.

Inilah orangnya, yang melanjutkan perjuangan uda Robi untuk membesarkan HIMA :

Gambar

Ketum 1314, Abdirian Syaputra, senyumnya sumringah

Gambar

former KETUM, uda Robi Alzuhri

Clearly, bisa dilihat wajah-wajah dua orang ‘berani’ ini. Nggak ‘jauh-beda’ kan? LOL~~

Sebelum kepengurusan baru ini diresmikan–bahkan belum terbentuk–kami sudah terlebih dahulu mengadakan acara HIMA perdana (secara HIMA kami masih baru), MAHAKARYA LOGISTA. Rangkaian acaranya akan di update selanjutnya. Jelas, acara ini terbilang mampu membangun chemistry teman-teman satu jurusan, tanpa memandang angkatan dan gap lainnya. Yah, walaupun masih kurang disana-sini, namanya juga acara perdana. Tapi bolehlah. Sebagai teaser, satu foto yang mewakili semua saja ya dulu🙂

Gambar

tebak! jam berapa foto ini diambil?😀

Kenapa captionnya ngawur begini? Ini menyiratkan sedikit euphoria dimalam seni itu. Pokoknya keluarga baru ini benar-benar ‘keluarga’. Semoga kita beisa jadi keluarga terus ya, guys. 

 

Hallo skripsi~~

Nggak terasa, Jum’at 23 November 2012 aku sudah berada di penghujung semester 5. Waaaa, berasa udah tua deh. Suka dan duka, sakit senang di laboratorium kimia sudah kurasakan kurang lebih 5 tahun. It seems like I was born to live and grow od in laboratory. Huhhh~~

Di penghujung semester 5, sama seperti kebiasaan penghujung semester sebelum-sebelumnya, yaitu kejar-kejaran sama laporan dan Ujian Akhir Praktikum. Tapi kayaknya semester 5 ini yang paling berat deh, walaupun nggak seberat yang aku alami di jaman putih abu-abu dulu. Tujuh mata kuliah, enam praktikum, dan 19 sks, total yang ku hadapi semester ini. Memang terlihat sepele ketika mengetahui 19 sks itu kan belum seberapa, tapi 19 sks ini berasa kayak 24 sks. Kuliah sampe malam, begadang bikin tugas dan laporan, hahahaha, keren banget.

Dan yang paling kerennya adalah ketika aku harus kejar-kejaran dengan waktu untuk menentukan judul proposal. Salah satu mata kuliahku–Metodologi Ilmiah–mengharuskan kami membuat dan mempresentasikan ‘bayangan’ proposal untuk skripsi nanti. Ya ampun, boro-boro skripsi, ini kredit untuk syarat lulus aja ngos-ngosan ngejarnya–lebay.

Tapi bolehlah, alhamdulilah proposalnya bisa dibilang udah selesai walaupun belum bersih. Bisalah untuk di presentasikan nanti sewaktu kuliah Metodologi Ilmiah. Harus cepat-cepat temui pembimbing nih, biar cepat bersihnya dan cepat pula dapat izin penelitian. Teruuussss, sarjana deh. InsyaAllah toga sudah melekat dikepalaku dalam kurun satu tahun kedepan.

Letakkan mimpimu 5 cm di depan keningmu, agar tak lepas dari pandanganmu. Yang kita butuhkan adalah kaki yang melangkah lebih jauh, tangan yang bekerja lebih keras, leher yang akan lebih sering mendongak, mata yang menatap lebih lama dari biasanya, mental yang lebih kuat dari baja, serta mulut yang tak berhenti berdoa—Donny Dhirgantoro – Novel 5 cm.

Kutipan dari novel 5 cm seakan menjadi cambukkan keras buatku.Semuanya belum terlambat, asalkan berusaha. Terkadang modal nekat itu diperlukan.

Yah, semoga saja, satu setengah tahun lagi, hanya 5 cm didepan mataku.🙂

High-quality October

Ya Ampun..
Cuma dua patah kata itulah yang akan membuka post aku kali ini. Nggak terasa nyaris sebulan blog-ku nganggur. Perasaan terakhir kali update bulan September deh, ketika masih bergalau-galau ria karena kehabisan duit pasca-liburan–dan menyanyikan lagunya Green Day – Wake Me Up When September Ends. Sekarang udah Oktober aja–dan hampir berakhir, ketika aku baru mulai nyanyi Have A Nice Day-nya Bon Jovi. Beberapa hari lagi udah November aja, giliran Gun’s N Roses nih–November Rain, terus Linkin Park deh, My December *eeeehh.

Hiks, aku nggak sempat ‘menikmati udara’ di bulan Oktober ini. Ya, mau gimana lagi? Dua Minggu pertama aja dibantai UTS habis-habisan, selesai UTS praktikum merajalela. Yang laporan awal lah, laporan akhir sementara, data yang nggak ketemu, kebut-kebutan sama waktu, belum lagi laporan akhir yang sejibun itu–udah mau Ujian Akhir Praktikum nih. Emang sih, otakku yang pas-pasan ini hanya bisa meraih 19 SKS untuk semester 5 yang ‘hanya’ mencakup 7 mata kuliah, dan 6 praktikum. Nggak terbayangkan tuh teman-teman yang kemampuannya diatas rata-rata yang bisa ngambil 24 sks kayak gimana. Huuh, nggak cukup deh sehari itu 24 jam, bisa ditambah nggak ya?

By the way, selain jadwal kampus yang padat merayap, aku masih sempat-sempatnya menerima job dihari Sabtu-Minggu. Otomatis nggak ada liburnyaaaaaa. :O Tapi boleh deh, nambah-nambah duit jajan–kantong terkuras terus karena praktikum–hiks >.< Ditambah lagi kegiatan organisasi belakangan ini yang akan mencapai puncaknya sebentar lagi. Yeaaayy^^. Sungguh luar biasa kegiatan dan pengalaman yang aku dapatkan di semester 5. Bukannya apa-apa, aku memang terbiasa dengan jadwal yang padat semenjak jaman putih-biru, tapi yang terpadat ya baru kali ini. Terkadang sedikit keteteran, tapi banyak untungnya. It gives you so much loss and benefit at the same time. Ambil positifnya yaa.

Keuntungannya mempunyai jadwal ‘luar biasa’, beberapa diantaranya :
1. Belajar fokus. Pastinya kita harus fokus untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan kita. Penjabarannya? Cermati sendiri deh, hehehehe :))

2. Manajemen waktu. Kuliah ya kuliah, kerja ya kerja, kegiatan ya kegiatan. Semua sama pentingnya, jangan ada yang dianaktirikan, kasian kan.😛

3. Rela berkorban. Nah, kalau ini sih juga pastinya. Rela berkorban disini yang aku maksud bukan berarti mengorbankan salah satu untuk kepentingan salah satunya. Hehehe, ribet ya? Tapi aku yakin kok, kalian bisa ngerti maksudnya. Kalo nggak ngerti boleh tanya ya. Ceileee~~

4. Belajar menerima perbedaan. Siapa pun orangnya, walaupun sedikit banyaknya ‘serupa’, tapi pasti ‘intinya’ sangat berbeda.

5. Belajar ikhlas. Last but not least. Point terakhir berkaitan langsung dengan point nomor 3. Baik ikhlas secara moril, dan materil. Merelakan secara fisik, lahir dan batin. Mengiringi semua proses dengan doa, mendukung dengan tenaga dan istilah-istilah lainnya.

Disamping efek positif yang segudang, efek negatif pasti ada. Efek negatif hanyalah efek samping yang tak perlu dibesar-besarkan–kembali ke point nomor 5. Beberapa efek samping yang kualami dan paling berasa adalah : Namaku jadi dikenal dimana-mana. Hahahaha.

Eh, nggak ding, cuma becanda. Paling berasa yaaa waktu ngumpul sama teman-teman, konco-palangkin sedikit berkurang. Ini yang aneh, ketika aku lagi nggak sibuk, nggak ada yang ngajakin manggilo, ketika aku sibuk, eeeeeeh tawaran manggilo datang bertubi-tubi–nyaris tiap minggu, SERIOUSLY.

Dengan berat hati lah kata-kata yang akhirnya membuat mereka kecewa aku keluarkan, ” Sorry guys. Aku lagi sibuk,” ” Duh, maaf yaa, tugas aku banyak banget,” ” Aduh, kalian aja deh yang lanjut, aku nggak bisa ikut,” atau ” Ya ampun, minggu depan aku ada praktikum.” Huhuhuhu, dan itu semua jawaban jujur. There were days when I said that words just to make excuses to refuse an offer, and I miss that days badly. Terakhir kali aku ngasih alasan kayak gitu yang benar-benar hanya untuk alasan kira-kira 4 tahun yang lalu. Lama amat, beeuhh.

Dan sekalinya aku ada waktu untuk main sama mereka, pasti banyolan dan sediit bullying bersarang padaku. Hahahaha, kapanlagi coba. ” Weiiss, orang sibuk akhirnya punya waktu, sagan se wak eh,” “jadi gue harus bikin janji dulu kalo mau ketemu sama lo ya, hahaha, udah keren teman gue,” dan capcipcup lainnya. Kocak abis. Sekesal-kesalnya mereka pasti ngerti sama aku deh–kalo mereka benar-benar temanku, wkwkwkwk.

Satu lagi, jadwal luarbiasa merupakan ujian kesabaran. Hmm~~