New Year’s Eve in Diamond Island, Kingdom of Wonder

January, 1st 2012

 

Hari pertama di bulan Januari dan umurku pun bertambah 1 tahun. Akhirnya sempat juga menikmati nightlife di Kamboja. Pilihan yang tepat, karena malam pergantian tahun ini, aku akhirnya keluar juga–setelah sempat ditarik-tarik Mandy. ditarik-tarik? Iya, jadi ceritanya gini, sorenya tanggal 31 Desember 2011 kan hujan, jadi kami ragu untuk keluar, males.

C’mon guys, this only once in our lifetime…” bujuknya

But…”

” But…”

And…”

But…”

Okay, let’s go..” aku menyerah.

Akhirnya aku menyerah setelah diyakinkan Sakol–anak host family tempat aku tinggal bahwa setiap pergantian tahun disana meriah. Ditambah lagi dengan grand opening sebuah kasino disana. Hmm, sudah terbayang kan? Tempatnya : Koh Pich. Atau yang lebih dikenal dengan Diamond Island bagi penduduk lokal.

Setelah menaiki tuk-tuk langganan kami, barulah aku merasakan aura perayaan New Year’s Eve, bahasa kerennya, Taon Baruan. Hahahahaha. Jalanan pinggir kota macet, pusat kota : lebih macet. Yang namanya taon baruan dimana-mana emang macet. Tapi yang macet banget baru kali ini aku liat. Butuh waktu satu jam untuk mencapai tempat yang dituju. Padahal jam ditanganku baru menunjukan pukul 7 malam–sanjo, lebih tepatnya.

Supir tuk-tuk menurunkan kami di tepi sungai Tonle Sap, yang dibaliknya adalah Sungai Mekong–selama ini hanya kulihat di peta, tapi saat ini ada di depan mata. Unbelievable. I know..

Tak jauh dari sana ada restoran melayu. Langsung terbersit dibenakku untuk makan disana, mengingat susahnya nyari makan disini. Perbedaan pendapat terjadi lagi, kalli ini antara Mandy dan kak Novel.

Aku ngerti Kak Novel, karena disini dialah yang paling susah mencari makanan. Akan tetapi Mandy ingin makanan lain.

Try something new, that’s why you guys in here, remember?” katanya.

Ya ya ya, kalo itu aku ngerti, aku juga pengen makanan lain, tapi masih dibatas “normal’. Akhirnya kami memutuskan untuk berpencar. Kak Novel stay di restoran melayu, sementara kami mencari makanan lain. Tujuannya : Mandy’s Destination. Alias Mandy yang memutuskan. Setelah berkeliling, nggak ada yang menarik, akhirnya kami kembali lagi ke restoran melayu. Yeaah.

Tapi kayaknya menu di restoran melayu ini nggak ada yang menarik buat cewek Hong Kong ini. Akhirnya ia hanya duduk menemani kami makan, walaupun setelah ini kami menemaninya makan di tempat lain. Okay, it’s worth it.

Setelah puas makan, kami menyebrangi jembatan yang sedang direnovasi. Tahun baru disini jelas banget suasana pestanya. Dimana-mana ada pentas dan klub-klub malam rame. Aku tentunya nggak singgah ke klub malam, namun cukup ikutan street clubbing. Too bad buat yang nggak tahu street clubbing.

Lebih tepatnya DJ Jalanan lah. Hentak musik gila-gilaan, bau alkohol dimana-mana, membuatku merasa benar-benar di night club–namun minus alkohol. Hahahahaha…

One hour to go. Nick bergabung dengan kami, membuat suasana semakin meriah. Akhirnya 10 menit, 5 menit, 2 menit, dan hitung mundur pun dimulai. 3…2…1…

Bunyi letupan dan desingan keras memenuhi telinga selama kira-kira 20 menit. Bunga api warna-warni, memenuhi angit malam. Dan kami, aku, Mandy, Kak Novel, Nick, berada tepat dibawahnya, dihujani bunga api dan bau mesiu yang lumayan menusuk hindung. Tanpa disadari air mancur didepan kasino dihidupkan, membuat massa semakin menggila, baik yang dalam pengaruh alkohol maupun yang tidak.

Kembang api usai, akan tetapi pestanya belum. Orang-orang masih berjoget-joget ria dan gila-gilaan, termasuk kami. Satu hal yang pantas ditiru yaitu : warga disini kompak. Tak peduli dari ras mana, suku apa, kewarganegaraan apa, semuanya membaur. Aku pun sempat ditarik olehs eorang warga local yang samapi sekarang aku nggak tahu namanya untuk menari dan menggila bersama–dan ditawari minum. Buat yang terakhir dengan senang hati ku menolaknya. Ckckckckck.

Semua saling bersalaman, berpelukkan dan saling mengucapkan Happy New Year, Good Luck. Aku yang sempat bersalaman dengan mereka dan mengucapkan kata-kata yang sama, memutuskan untuk pergi karena jam sudah menujukan pukul 01.00.

Kami menunggu jemputan tuk-tuk di taman kota, tepatnya didepan Independence Monument. Kota Phnom Penh belum menunjukkan tanda-tanda akan tidur. Taman itu rame, termasuk dini hari seperti ini, suasananya tenang, yang akhirnya dipecahkan oleh Mandy.

” HAPPY NEW YEAR!!!!” teriaknya.

Semua mata pun tertuju pada kami, namun orang-orang yang melihat hanya geleng-geleng kepala dan tertawa. Ya, disaat-sata seperti ini, pemandangan seperti itu normal. Siapa yang menyangka apa yang akan diperbuat orang-orang yang sedang berada dibawah pengaruh alkohol.

I don’t need alcohol to be crazy, you know?” kata Mandy sambil tertawa, menjawab pertanyaan tersiratku. Ya, dia memang nggak mabuk. Dasar bule. Hahahahaha.

Mau nggak mau pesta tahun baru kami akhiri juga. Tuk-tuk datang menjemput kami, dan jam ditanga menunjukkan pukul 02.00.

Yaiissh, that was the best fireworks I’ve ever seen. We were standing right under it.

Pokoknya sangat verkesan dan tahun baru yang paling meriah diantara yang pernah kulihat.

 

Two hours to go...

Two Hours to go..

Countdown Started

10 seconds to go..

Happy New Year

Happy New Year..

Snap shot fireworks (nggak terlalu bagus sih)

Right under the fireworks

\ Right under the fireworks

Masih banyak foto atau gambar lain yang mau di upload. Tapi ga keburu dead line–halaahh..
Ngepostnya telat sih, hahahaha 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s