Selalu ada ruang untuk bersantai..

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah artikel yang saya baca disebuah situs yang sudah lumayan terkenal. Isinya lebih kurang lebih begini :

Seorang Professor didalam kelas filsafat berdiri memegang toples kosong mayonnaise dan meletakkan beberapa barang didepannya. Pada percobaan pertama, beliau memasukkan bola-bola golf ke dalam toples tersebut sehingga toples itu penuh.

Professor : Apakah toples ini sudah penuh?
Mahasiswa : Yaa…

Lalu Sang Professor memasukkan batu-batu koral ke dalam toples yang sudah berisi bola golf tersebut dan mengguncang-guncangnya, sehingga batu-batu koral tersebut mengisi tempat disela-sela bola golf tersebut. Dan menannyakan hal yang sama kepada mahasiswanya. Para mahasiswa pun setuju bahwa toples tersebut sudah penuh.
Selanjutnya Professor itu memasukkan sekotak pasir kedalam toples yang sudah lumayan padat. Dan kembali bertanya, apakah toples tersebut sudah penuh. Suara mahasiswa dalam kelasnya sudah sangat bulat mengatakan bahwa toples tersebut sudah penuh.

Sambil tersenyum Sang Professor menyeduh secangkir kopi, dan menuangkannya kedalam toples tadi. Para mahasiswa pun tertawa..

Dari sumbernya sudah dijelaskan, bahwa toples kosong mewakili kehidupan kita, bola-bola golf adalah hal-hal yang terpenting, yang dinomor satukan, seperti Tuhan, keluarga, sahabat, kesehatan dll. Batu-batu koral adalah hal seperti pekerjaan, rumah, dan mobil. Sedangkan pasir adalah hal-hal yang sepele.

Apabila kita memasukkan pasir terlebih dahulu kedalam toples, maka nanti tak akan ada ruang yang tersisa didalam toples untuk bola golf dan batu-batu koral. Hal yang sama akan terjadi pada hidup kita.

Seandainya kita risih dan sibuk mengurusi hal-hal “sepele”, maka tak akan ada tempat, waktu, ataupun ruan yang tersisa untuk kita menghadapi atau menyelesaikan hal-hal yang lebih penting. Maka dari itu kita sebaiknya  memberikan pandangan kritis yang menyangkut dengan kebahagiaan. Contohnya : Rajin-rajinlah beribadah, giatlah bekerja/belajar, luangkan waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah, maka nantinya akan selalu ada waktu untuk bermaingame, jalan-jalan atau bahkan pergi liburan.

Intinya, pikirkanlah hal-hal yang seperti bola golf terlebih dahulu, pasir dan batu-batu koral dapat menunggumu.

Ketika hidup kita telah terasa begitu penuh dengan “bola golf” dan “batu koral dan pasir”, maka akan selalu ada waktu untuk bercanda dan menikmati segelas kopi bersama sahabat tercinta.

Setelah membaca artikel tersebut diatas, dan penjelasan yang saya jelaskan sendiri, saya jadi berpikir, kenapa sahabat menjadi pilihan terakhir?

Dan jawabannya pun saya temukan secara filosofi: Sahabat kita pun mempunyai bola golf , batu koral, dan pasirnya sendiri.

Jawaban yang mudah didapat didalam kehidupan. Kita kuliah, sahabat kita pun kuliah. Tujuan kita pun sama, sukses. Disaat tugas-tugas mulai menumpuk, kita akan sibuk mengerjakannya, sambil sesekali disela-sela kesibukkan akan ada waktu bercanda, walaupun hanya untuk sentil-sentilan, namun hal itu akan benar-benar menghibur diwaktu-waktu padat.

Daaaaann, ketika kita semua jenuh dengan rutinitas harian–kalau mahasisswa seperti saya puncaknya adalah ujian semester–selalu ada liburan yang menunggu. Saat liburan inilah yang mungkin diumpamakan oleh Si Professor sebagai secangkir kopi. Yah, walaupun selama liburan saya tak pernah minum kopi. LOLz~~~~

Namun liburan kali ini saya tak akan menikmati yang namanya liburan, karena harus mengikuti semester pendek. Huaaa, kuliaaaaahhh lagi, kuliaaaahh lagiii. Ketika berpikiran “kuliah lagi”, saya teringat akan bola golf 😦
Too bad, karena sahabat-sahabat saya harus menunggu semester pendek saya selesai untuk liburan. Hhahahaha, nggak lama kok.

Selalu ada waktu untuk secangkir kopi bersama sahabat. Buat saya, yang sahabat-sahabatnya kebanyakan dirantau urang, filosofi diatas tepat sekali. Ya, kalau liburan semester ini nggak bisa kemana-mana, akan ada liburan dadakan yang akan datang ketika sahabat-sahabatku pulang.

Dan sahabat sejati itu “akan selalu menunggu”. Tanda kutipnya harap dibaca yaaa 🙂

____________________________________________________________

Sumber : http://www.anneahira.com/manakala-hidupmu-tampak-susah-untuk-dijalani.htm , dengan sedikit perubahan dan editan by lilyfaveunique.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s