Liburan lebih berarti berkat Semester Pendek

Ingin libur panjang lebih berarti? Ikuti kuliah Semester Pendek. Whoopss. Hehehehe..

Tulisan ini aku buat dalam rangka menghibur hati disaat teman-teman yang lain pada liburan hepi-hepi (curcol ceritanya).

Tapi memang nggak ada ruginya mengikuti Semester Pendek. Setidaknya, itu menurutku. Membayangkan libur semester genap yang kalau ditotal semuanya mencapai 2 bulan, mungkin semua mahasiswa akan berteriak HOREEEEEE–setidaknya di dalam hati. Gimana enggak, rutinitas kuliah padat–menurutku ga sepadat jaman putih abu-abuku–dan menyebabkan badan kurus atau stress atau penyakit lainnya bisa dibalas dengan leyeh-leyeh dikampung halaman.

Pulang kampung?
Liburan di kampung? (sambil berbinar-binar)

Iya, jawabannya untuk yang punya kampung. Nah, buat yang asli pribumi dan keluarga perantau macam aku?(bahasanya booo). Pulang nggak pulang, tetaaap aja gentayangan di Padang.

Mau jalan-jalan keluar? Ga bisa. Alasannya : teman-teman lagi pulang kampung.

Jalan-jalan bareng keluarga? Itu cerita lain.

Tanpa ragu aku langsung daftar Semester Pendek–sekarang sudah berjalan 3 minggu dan hampir berakhir–itung-itung mengisi liburan sambil memperbaiki nilai. Kebetulan nilai Fisika-ku lumayan ancur di semester pertama, dan Pengantar Ilmu Ekonomi yang gagal total di semester kedua, hiks 😦 (emang dasarnya nggak bakat di Ekonomi mau gimana lagi?). Yah, yang didapatkan sejauh ini lumayanlah.

Teman-teman yang mengikuti Semester Pendek pun polahnya lebih gila dan lebih menghibur menjadi nilai tambah sendiri, yang selalu membuat liburan lebih berarti selama 3 minggu ini. Leyeh-leyeh dirumah selama 3 minggu with nothing to do? Nggak kebayang banget rasanya. Well, liburan buatku seminggu sudah cukup kalau hanya menganggur.

Intinya, Semester Pendek bisa menjadi alternatif untuk membunuh waktu liburan yang ‘membunuh’. Tapi bukan berarti kuliah Semester Pendek sebagai pelarian ya. Tetap harus dijalani dengan serius kalau liburan ingin lebih berarti (#plaaaakkkk).

Pasca Semester Pendek apa yang aku lakukan? Ramadhan segera datang, yang berarti pembuatan kue untuk Idul Fitri segera dimulai. Yaaaiiy, duty calls.

Liburan Idul Fitri mau kemana? Karena keluargaku sebagian besar merantau, sebenarnya aku bisa aja terbang ke salah satu lokasi mereka, tapi sayangnya masakan khas Idul Fitri di kampung halaman mereka (baca: ranah minang) terlalu menggoda untuk dilewatkan, sehingga mereka lebih memilih pulang daripada disusul. Hahahaha, klise sekali.

Terus di Padang mau ngapain sama mereka? Well, coming soon. Semester Pendek nyaris selesai, aku senang. Nganggur saat liburan? Sekarang nggak lagi. Kuliah pol, liburan dapat, hepi-hepi pun datang. Hidup itu adil ya. Hohohooho..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s