Lima tahun yang lalu : Indah dikenang, Mustahil diulangi.

Dua dan tiga hari yang lalu sebelum tulisan ini dibuat, memori di otakku secara otomoatis terflashback pada momen lima tahun yang lalu, dibulan yang kurang lebih sama, yaitu Juli. Jamannya muka polos dan imut-imutku berseliweran di dunia nyata. Hoahahahaha. Eitts, jangan protes, karena memang benar, lima tahun yang lalu wajahku masih polos.

Bisa dilihat kan, di foto di bawah ini, bandingkan dengan yang saat ini.

five years back, me

me, five years back

 

me, at present time

me, at present time..

So, what happen five years back?

Those are what happen five years back. Ada yang bilang ospek, plonco, atau yang lebih halusnya MOS (Masa Orientasi Sekolah). Tapi kami lebih mengenalnya dengan istilah Duga Keluarga (DK). Apapun istilahnya, yang jelas Masa Orientasi Sekolah merupakan masa-masa transisi dari putih-merah ke putih-biru atau ke putih-abu abu.

Walaupun terkesan acara DK banyak canda-candaannya, namun pelajaran yang dapat diambil dari momen ini. Disuruh lari-lari sambil teriak-teriak gaje, diteriakin nggak jelas, serba salah, rintihan frustrasi dan jeritan tangis putus asa, adalah pemandangan biasa. Ya, namanya juga melatih mental dan percaya diri. Pokoknya nggak terlupakan deh. Mau tau serunya?

Check at the picture below ! ūüôā

pose gaje

Kapan lagi bisa berpose seperti ini dipekarangan sekolah? ūüėÄ
Disela derai tawa dan candaan tak jarang kita melihat yang matanya berkaca-kaca, tak sedikit juga yang tersedu-sedu, atau yang meraung putus asa.

Kasihan? Ya, memang.Beberapa dari kami saat itu–lima tahun yang lalu–tak kuat menahan emosi yang tak tersalurkan, dan akhirnya memilih diam saja, atau meluapkannya dengan menangis. Hiks~~~¬†Dibalik teriakan-teriakan nggak jelas, tangisan da nair mata itu, banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil.

Siapa yang sangka foto diatas menunjukkan kedekatan senior-junior?

…dibalik teriakan dan julukkan yang membuat telinga panas bisa membuat kita akrab kepada alumni…

Perut keroncongan disaat berpanas-panasan dibawah teriknya matahari? Nggak masalah. Cemilan pagi menjelang siang: telur rebus plus susu. Dijamin kenyang tuh.¬†Sayangnya aku alergi telur, jadi lima tahun yang lalu telurnya aku umpetin. Hehehe *whhoopppss. ūüėȬ†Namun bukan secara sengaja diumpetin, sebenarnya ada cerita lucu sewaktu itu:.Senior¬† : ” Eh kamu, kenapa telurnya ga dimakan?¬†Aku¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : ” Alergi da, nggak bisa makan telur..”¬†Senior¬† : ” Serius?” (sambil melotot)¬†Aku¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : (mengangguk sok-lemah)¬†Senior¬†¬† : “Yo lah, suruak an capek.Ntar keliatan sama senior lain disuruh makan loh..”¬†Huaaahahahahaha. Sampai sekarang kalo ingat kejadian itu masih ketawa geli sendiri. Anehnya sampai sekarang aku nggak tahu siapa nama senior yang menyelamatkanku disaat-saat genting seperti itu. Hiks, maafkan aku, uda, uni..

Dan siapa yang akan menyangka dibalik tangisan tersedu-sedu seperti ini tersimpan human interest yang luar biasa.¬†Persahabatan bisa terjadi dimana saja, disaat-saatterjepitseperti inilah kita mengerti makna kehidupan dan arti darikompak sebenarnya (yaampun bahasanya).¬†Dan yang paling penting dari semua itu adalah….

….kebersamaan.¬†Mungkin saat pertama kali merasakannya agak-agak shock juga. Jujur, saat pertama kali mengalami (hari pertama) aku langsung down dan sempat nangis dan merasa dendam kepada senior ataupun alumni karena disuruh lari-lari keliling lapangan sambil teriak¬† “ aden ele…aden elee…”.¬†Juga kesal karena disuruh nyanyi-nyanyi gaje, dan yang lebih parahnya lagi : Disuruh ngitung luas lapangan pake korek api!! Haduuhh..¬†Tapi setelah beberapa bulan, dan puncaknya sewaktu pelantikkan lulusan yang pertama kali aku lihat waktu itu, baru aku dan beberapa temanku (yang aku tahu) menyadari momen-momen menggenaskansaat itu sangat berguna. Apalagi setelah kelulusanku dan sampai sekarang pun aku masih merasakan manfaatnya.¬†Semoga adek-adekku yang baru mengalaminya menjadi pribadi yang tangguh, dan bisa membawa nama sekolah dan almamater kita semakin jaya ya.¬†Hmm, lima tahun yang lalu. Begitu indah. Pengen rasanya balik ke pertengahan tahun 2007 yang lalu. Namun sepertinya untuk mengulang DK, nggak deh. Indah dikenang, tak ingin diulangi ūüôā

Advertisements

4 thoughts on “Lima tahun yang lalu : Indah dikenang, Mustahil diulangi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s