Tumbleblog, for my friendship–or not?

Jadi teman aku yang tinggal di Mainland of China, namanya Maggie ” protes” beberapa hari yang lalu. Aku ketemu sama Maggie waktu lagi Exchange di Cambodia beberapa waktu lalu. Kami berteman baik, sampai sekarang pun masih keep in touch, ya via Facebook, n email. Berhubung di Cina sana nggak ada Facebook, jadinya kami lebih sering berkomunikasi lewat email.

Si Maggie ini dan teman-temanku yang lainnya, yang berasal dari Cina ini sekali-sekali bisalah “mencuri” untuk buka Facebook dengan software yang aku nggak tahu namanya dan cara kerjanya. Dia (Maggie) selalu chat dan singgah ke wall facebook-ku hanya untuk mengabari ” hey, i’m still alive”, atau mengomentari status-status dan foto-fotoku, tentu saja dalam bahasa inggris.

Hingga suatu saat dia mengirimi email yang isinya kira-kira seperti ini : ” I am really glad that i have someone who still care to me eventhough we are far, I really miss you, Tiara. And everytime I open Facebook, I always look at your page. But that’s too bad, I don’t understand it. You should write more English…”

Artinya kira-kira gini :

” Aku senang karena masih ada yang peduli sama aku walaupun jauh. Aku kangen banget sama kamu, Tiara,” –waaahh ternyata aku dikangenin *plaaaakk*–” Setiap kali aku buka Facebook, aku selalu singgah ke halaman facebook kamu. Tapi sayang banget, aku nggak ngerti apapun yang kamu tulis. Sebaiknya kamu menulis lebih banyak dalam Bahasa Inggris deh…”
So, aku mikir, kalau status facebook dalam bahasa inggris semua, ntar teman-temanku yang lain gimana dong? Lagian nggak seru juga bikin status di Facebook itu dalam bahasa inggris, rasanya gimanaaaaa gitu. Hahahaha~~

Sewaktu di Cambodia aku pernah dibuatin akun sejenis Facebook versi Cina, kalo nggak salah namanya renren.com. Tapi sayang banget, aku nggak bisa baca apa-apa, alias nggak ngerti satu pun isinya, hiks~~

Aku juga pernah ngasii link blog aku yang ini ke Maggie–mungkin aja dia tertarik kan? Nah yang ini kecil kemungkinannya, soalnya di blog pun aku tetap memprioritaskan berbahasa Indonesia walaupun bukan yang baik dan benar–nasionalisme ceritanya nih đŸ˜€

Sempat terpikir olehku untuk membuat post dalam bahasa Inggris, tapi nggak mungkin juga dengan beberapa alasan. Dan disaat-saat pelik itulah *duuuhh bahasanyaaa* ide yang bagus melintas di depan mata.

Ternyata tanpa disadari teman-temanku yang sedang melakukan internship di Padang juga banyak yang nge-blog. Pas aku tanya, mereka banyak yang ngasih saran tumbleblog milik tumblr.com. Alasannya, simpel, menarik, dan lebih mirip social network. Mulai deh bikin akun tumblr.com, terus iseng utak-atik, ternyata asik juga. Dan entah kenapa aku ngerasa lebih cocok untuk mengisi blog tersebut dalam bahasa Inggris. Yeeaaahhh, akhirnyaaa..

Selain tulisan, kita juga bisa mengisi tumbleblog itu dengan video, musik, quotes, chat, audio, dan hal-hal lain yang simple, menarik, dan apik yang tak ditemui di blog yang biasanya aku pakai.

Sampai sekarang sudah ada 2 tulisan di tumbleblog ku, hehehe *promosi* dan akan terus bertambah. Soalnya nggak tahu kenapa juga aku lebih mudah dapat inspirasi menulis di tumbleblog gitu. Hahahahaha, alasan ngaco~~

Not to mention my english is still suck. Setidaknya kan menulis itu sambil belajar juga–menurutku sih.

Semoga si Maggie dan teman-teman yang lainnya terbantu deh dengan adanya tumbleblog. Gimana sama teman-teman pembaca? Tertarik dengan tumbleblog?
Kindly visit my tumbleblog : tiarasaders07.tumblr.com :))

 

Advertisements

2 thoughts on “Tumbleblog, for my friendship–or not?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s