High-quality October

Ya Ampun..
Cuma dua patah kata itulah yang akan membuka post aku kali ini. Nggak terasa nyaris sebulan blog-ku nganggur. Perasaan terakhir kali update bulan September deh, ketika masih bergalau-galau ria karena kehabisan duit pasca-liburan–dan menyanyikan lagunya Green Day – Wake Me Up When September Ends. Sekarang udah Oktober aja–dan hampir berakhir, ketika aku baru mulai nyanyi Have A Nice Day-nya Bon Jovi. Beberapa hari lagi udah November aja, giliran Gun’s N Roses nih–November Rain, terus Linkin Park deh, My December *eeeehh.

Hiks, aku nggak sempat ‘menikmati udara’ di bulan Oktober ini. Ya, mau gimana lagi? Dua Minggu pertama aja dibantai UTS habis-habisan, selesai UTS praktikum merajalela. Yang laporan awal lah, laporan akhir sementara, data yang nggak ketemu, kebut-kebutan sama waktu, belum lagi laporan akhir yang sejibun itu–udah mau Ujian Akhir Praktikum nih. Emang sih, otakku yang pas-pasan ini hanya bisa meraih 19 SKS untuk semester 5 yang ‘hanya’ mencakup 7 mata kuliah, dan 6 praktikum. Nggak terbayangkan tuh teman-teman yang kemampuannya diatas rata-rata yang bisa ngambil 24 sks kayak gimana. Huuh, nggak cukup deh sehari itu 24 jam, bisa ditambah nggak ya?

By the way, selain jadwal kampus yang padat merayap, aku masih sempat-sempatnya menerima job dihari Sabtu-Minggu. Otomatis nggak ada liburnyaaaaaa. :O Tapi boleh deh, nambah-nambah duit jajan–kantong terkuras terus karena praktikum–hiks >.< Ditambah lagi kegiatan organisasi belakangan ini yang akan mencapai puncaknya sebentar lagi. Yeaaayy^^. Sungguh luar biasa kegiatan dan pengalaman yang aku dapatkan di semester 5. Bukannya apa-apa, aku memang terbiasa dengan jadwal yang padat semenjak jaman putih-biru, tapi yang terpadat ya baru kali ini. Terkadang sedikit keteteran, tapi banyak untungnya. It gives you so much loss and benefit at the same time. Ambil positifnya yaa.

Keuntungannya mempunyai jadwal ‘luar biasa’, beberapa diantaranya :
1. Belajar fokus. Pastinya kita harus fokus untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan kita. Penjabarannya? Cermati sendiri deh, hehehehe :))

2. Manajemen waktu. Kuliah ya kuliah, kerja ya kerja, kegiatan ya kegiatan. Semua sama pentingnya, jangan ada yang dianaktirikan, kasian kan. 😛

3. Rela berkorban. Nah, kalau ini sih juga pastinya. Rela berkorban disini yang aku maksud bukan berarti mengorbankan salah satu untuk kepentingan salah satunya. Hehehe, ribet ya? Tapi aku yakin kok, kalian bisa ngerti maksudnya. Kalo nggak ngerti boleh tanya ya. Ceileee~~

4. Belajar menerima perbedaan. Siapa pun orangnya, walaupun sedikit banyaknya ‘serupa’, tapi pasti ‘intinya’ sangat berbeda.

5. Belajar ikhlas. Last but not least. Point terakhir berkaitan langsung dengan point nomor 3. Baik ikhlas secara moril, dan materil. Merelakan secara fisik, lahir dan batin. Mengiringi semua proses dengan doa, mendukung dengan tenaga dan istilah-istilah lainnya.

Disamping efek positif yang segudang, efek negatif pasti ada. Efek negatif hanyalah efek samping yang tak perlu dibesar-besarkan–kembali ke point nomor 5. Beberapa efek samping yang kualami dan paling berasa adalah : Namaku jadi dikenal dimana-mana. Hahahaha.

Eh, nggak ding, cuma becanda. Paling berasa yaaa waktu ngumpul sama teman-teman, konco-palangkin sedikit berkurang. Ini yang aneh, ketika aku lagi nggak sibuk, nggak ada yang ngajakin manggilo, ketika aku sibuk, eeeeeeh tawaran manggilo datang bertubi-tubi–nyaris tiap minggu, SERIOUSLY.

Dengan berat hati lah kata-kata yang akhirnya membuat mereka kecewa aku keluarkan, ” Sorry guys. Aku lagi sibuk,” ” Duh, maaf yaa, tugas aku banyak banget,” ” Aduh, kalian aja deh yang lanjut, aku nggak bisa ikut,” atau ” Ya ampun, minggu depan aku ada praktikum.” Huhuhuhu, dan itu semua jawaban jujur. There were days when I said that words just to make excuses to refuse an offer, and I miss that days badly. Terakhir kali aku ngasih alasan kayak gitu yang benar-benar hanya untuk alasan kira-kira 4 tahun yang lalu. Lama amat, beeuhh.

Dan sekalinya aku ada waktu untuk main sama mereka, pasti banyolan dan sediit bullying bersarang padaku. Hahahaha, kapanlagi coba. ” Weiiss, orang sibuk akhirnya punya waktu, sagan se wak eh,” “jadi gue harus bikin janji dulu kalo mau ketemu sama lo ya, hahaha, udah keren teman gue,” dan capcipcup lainnya. Kocak abis. Sekesal-kesalnya mereka pasti ngerti sama aku deh–kalo mereka benar-benar temanku, wkwkwkwk.

Satu lagi, jadwal luarbiasa merupakan ujian kesabaran. Hmm~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s